Laman

Kamis, 13 Agustus 2015

Daftar hotel di Batam 2015

No
Nama Hotel
Alamat
Bintang (*)
Alamat Website
1
89 Hotel
Jl. Pembangunan Baloi Blok VI,Penuin
3

2
Acacia Hotel
jl. ir. sutami no 8 sekupang
3
http://www.acacia-hotel.com/
3
Ace Hotel Batam
Komplek Ruko Seraya, Mas Centre Blok C No 12-16, Batu Ampar
3
4
Amaris Hotel Nagoya Hill
Jl. Teuku Umar, Nagoya
2
http://amarishotel.com/batam
5
Batam centre Hotel

3
http://www.batamcentrehotels.com/
6
Batam View Beach Resort
Jl. Hang Lekir, Nongsa
4
http://www.batamview.com
7
Biz Hotel

3
http://bizhotelbatam.com/
8
Cittic Batam Hotel
Jl. Sriwijaya No. 23 Pelita Batam, Batam Center
2

9
Crown Vista Hotel
Komplex Top View Garden, Nagoya
4
http://www.crownvista-hotel.com/
10
Formosa Hotel
Nagoya City Plaza Blok A No. 8
3
11
Furama Hotel inhil

2

12
GGI Hotel
Jl. Duyung Sei Jodoh, Batu Ampar
4
http://ggi-hotel.com/
13
Gideon Hotel
Komp. Penuin Centre Blok AA No.1 Nagoya
3
http://gideonhotelbatam.com/
14
Gloris Hotel

1

15
Golden gate hotel

1

16
Golden View Hotel
Jl. Bengkong Laut
4
http://www.hotelgoldenview.com/
17
Golden Virgo Hotel

2

18
Goodway Hotel
Komp. Wira Mustika Blok B2, Jl. Imam Bonjol 10 Nagoya
4
http://www.goodwayhotel.com/
19
Grand Majesty Hotel
Komp. Jaya Putra, Sei Jodoh
4

20
Grand mutiara Hotel

3

21
Harbour bay amir hotel
Jl. Duyung, Batu Ampar
3

22
Harmoni Hotel
Komp. Harmoni Plaza, Jl. Imam Bonjol Blok B No 1, Nagoya
4
http://www.harmonigroup.biz/hotel/
23
Tempat Senang Resort Spa & Restaurant
Indah Puri Sekupang
4

24
Harmoni One Convention Hotel & Service Apartments 

4
http://www.harmonionehotel-batam.com/ppc/
25
Harmoni suites hotel nagoya
Jl. Imam Bonjol, Nagoya
4
26
Harris Hotel Batam Centre
Jl. Engku Putri, Batam Centre
4
http://center-batam.harrishotels.com/
27
Harris Resort waterfront
Jl. KH. Ahmad Dahlan, Komp. Water Front City
4

28
Holiday inn resort Batam
Waterfront City Batam, 29422 Sekupang
4

29
Hotel 01
Jl. Engku Putri, Batam Centre
2

30
Hotel 89
Jl. Pembangunan Baloi Blok VI,Penuin, nagoya
3
http://www.89hotel.com
31
Hotel Nagoya Plasa
Jl. Imam Bonjol, Lubuk Baja Nagoya
3
32
Hotel Novotel Batam

4
http://www.novotel.com/gb/hotel-1946-novotel-batam/index.shtml
33
Hotel Pelita

1

34
Hotel Rose

1

35
Seruni Hotel
Nagoya Garden Phase II
3
http://www.hotelserunibatam.com/
36
Hotel Utama
Komp. ParadisenCenter blok F no. 1, Nagoya
3

37
I Hotel Batam
Jl. Teuku Umar, Bukit Nagoya
4

38
Indah Hotel

2

39
Island garden hotel

3

40
King's Hotel

4

41
Kirei inn Hotel

2

42
Kolekta Hotel

1
http://hotels.indonesiamatters.com/4664-kolekta-hotel/
43
KTM resort
Jl. Kol. Sugiono, Tg. Pinggir, Sekupang
3
http://www.ktmresort.com/
44
Lovina inn hotel
Komp. Sri Usaha Blok H No. 8 Nagoya
1
http://www.lovinainn.com/nagoya.php
45
Lyori Aerotel Batam

3

46
Mercure Batam Hotel
Jl Raden Patah 12 , Nagoya
3

47
Montigo Resort Nongsa

5
http://www.montigoresorts.com/nongsa/
48
Nagoya Mansion Hotel and Residence
Jl. Imam Bonjol Kampung Utama Nagoya 
4

49
Nongsa Point Marina
Jl. Hang Lekir2, Nongsa
4
http://www.nongsapointmarina.com/
50
Nongsa Village

4
51
Novotel Batam
Jl. Duyung, Sei Jodoh
4
http://www.novotel.com/gb/hotel-1946-novotel-batam/index.shtml
52
Pacific Palace Hotel
Jl. Duyung, Sei Jodoh
4
http://www.pacificpalacehotel.com
53
Pagoda Hotel

1

54
Panorama Regency Hotel
Komplek Panorama, Nagoya
4
http://www.panoramaregencyhotel-batam.com/ppc/
55
Penuin Hotel

1

56
PIH Batam Hotel
Jl. Engku Putri, Batam Centre
1
http://www.pihbatam.com/
57
Planet Holiday Hotel & Residence
Jl. Raja Ali Haji, Sei Jodoh - Batam
4
http://www.planetholidayhotel-batam.com/
58
Romance Hotel

1

59
S hotel

1

60
Sari jaya hotel

2

61
Sijori Resort Batam

3
http://sijoriresort.com.sg/
62
Sky inn Hotel

1

63
Sky view hotel

1

64
Smiling hill guest house

4

65
Swiss Bellinn

3

66
Swiss Inn Batam
Komplek Villa Idaman, Baloi
3

67
Swiss-Belhotel Harbour Bay
Jl. Duyung Sei Jodoh, Batu Ampar
4
http://www.swiss-belhotel.com/en/Indonesia/Batam/harbour-bay#hotel+information
68
Swiss-inn Batam

3

69
The BCC Hotel & Residence

4
http://www.thebcchotel.com/#!/pageHome
70
The centro hotel and residence

3
http://www.thecentrohotel.com/
71
The hilss
Jl. Teuku Umar No. 1, Nagoya
3
http://www.thehillshotelbatam.com/ppc/index.html
72
The music Hotel

1

73
Triniti Hotel Batam
jl raja ali haji, kompleks boulevard no cc 11-18, nagoya
2
http://www.trinitihotelbatam.com/
74
Turi Beach Resort
Jl. hang Lekir
4
http://www.turibeach.com
75
Venesia Hotel

2

76
Zia Boutique Hotel

3



Rabu, 12 Agustus 2015

Mengidentifikasi Situasi Konflik


Kegiatan belajar 1 :megindentifikasi situasi konflik
a.   Definisi konflik
b.   Faktor penyebab konflik
c.    Cirri-ciri/isyarat adanya konflik
d.   Anggapan salah mengenai konflik

A.               Definisi konflik
Kata “konflik” itu sendiri berasal dari bahasa latin “Configere”, yang oleh para sosiolog diartikan sebagai suatu proses antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuat tidak berdaya. Konflik itu sendiri merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik yang dapat terkontrol akan menghasilkan integrasi yang baik, namun sebaliknya integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan suatu konflik. Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini berarti, bila kita ingin mengetahui konflik, kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik berakar pada komunikasi yang buruk.
Beberapa pendapat ahli mengenai konflik :
Konflik Menurut Robbin
Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:
1. Pandangan tradisional (The Traditional View). Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang – orang, dan kegagalaan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.

2. Pandangan hubungan manusia (The Human Relation View. Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi di dalam kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena di dalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat antar anggota. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan sebagai suatu hal yang bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja organisasi. Dengan kata lain, konflik harus dijadikan sebagai motivasi untuk melakukan inovasi atau perubahan di dalam tubuh kelompok atau organisasi.
3. Pandangan interaksionis (The Interactionist View). Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif.

Konflik Menurut Stoner dan Freeman
Stoner dan Freeman(1989:392) membagi pandangan menjadi dua bagian, yaitu pandangan tradisional (Old view) dan pandangan modern (Current View):
1. Pandangan tradisional. Pandangan tradisional menganggap bahwa konflik dapat dihindari. Hal ini disebabkan konflik dapat mengacaukan organisasi dan mencegah pencapaian tujuan yang optimal. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang optimal, konflik harus dihilangkan. Konflik biasanya disebabkan oleh kesalahan manajer dalam merancang dan memimpin organisasi. Dikarenakan kesalahan ini, manajer sebagai pihak manajemen bertugas meminimalisasikan konflik.
2. Pandangan modern. Konflik tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan banyak faktor, antara lain struktur organisasi, perbedaan tujuan, persepsi, nilai – nilai, dan sebagainya. Konflik dapat mengurangi kinerja organisasi dalam berbagai tingkatan. Jika terjadi konflik, manajer sebagai pihak manajemen bertugas mengelola konflik sehingga tercipta kinerja yang optimal untuk mencapai tujuan bersama.


B. Faktor penyebab konflik
1.      Penyebab individu
Perbedaan kepribadian antar individu bisa menjadi factor penyebab terjadinya konflik, biasanya perbedaan individu yang menjadi sumber konflik adalah perbedaan pendirian dan perasaan. Manusia adalah individu yang unik, artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya.
2.      Perbedaan latar belakang kebudayaan
Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu akan menghasilkan perbedaan individu yang akhirnya akan akan memicu konflik.

3.      Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menganggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka, sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menebang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau lading. Bagi pengusaha kayu,pohon-pohon yang ditebang kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan . sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan disini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

c. ciri-ciri/isyarat adanya konflik
Menurut Wijono( 1993 : 37) Ciri-ciri Konflik adalah :
1. Setidak-tidaknya ada dua pihak secara perseorangan maupun kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling bertentangan.
2. Paling tidak timbul pertentangan antara dua pihak secara perseorangan maupun kelompok dalam mencapai tujuan, memainkan peran dan ambigius atau adanya nilai-nilai atau norma yang saling berlawanan.
3. Munculnya interaksi yang seringkali ditandai oleh gejala-gejala perilaku yang direncanakan untuk saling meniadakan, mengurangi, dan menekan terhadap pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan seperti: status, jabatan, tanggung jawab, pemenuhan berbagai macam kebutuhan fisik: sandang- pangan, materi dan kesejahteraan atau tunjangan-tunjangan tertentu: mobil, rumah, bonus, atau pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis seperti: rasa aman, kepercayaan diri, kasih, penghargaan dan aktualisasi diri.
4. Munculnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akibat pertentangan yang berlarut-larut.
5. Munculnya ketidakseimbangan akibat dari usaha masing-masing pihak yang terkait dengan kedudukan, status sosial, pangkat, golongan, kewibawaan, kekuasaan, harga diri, prestise dan sebagainya.
Pemimpin organisasi pada level manapun perlu memiliki kepekaan terhadap munculnya konflik. Beberapa isyarat adanya konflik, antara lain :
            1.     Anggota memberikan komentar dan saran dengan penuh emosi.
            2.     Anggota menyerang gagasan orang lain sebelum gagasan tersebut diselesaikan.
3. Anggota saling menuduh bahwa mereka tidak memahami masalah yang sebenarnya. Anggota selalu beroposisi dan menolak untuk kompromi.
4.  Anggota saling menyerang secara langsung pada pribadinya.
            Para pemimpin seharusnya melakukan deteksi dini terhadap gejala-gejala konflik, sebelum konflik itu meletus hebat. Melalui deteksi dini ini bisa diambil langkah-langkah segera untuk menyelesaikannya


D.Anggapan salah mengenai konflik
  1. Konflik akan teratasi dengan sendirinya apabila dibiarkan.
                        Jika tidak segera diatasi, konflik akan menjadi tidak terkendali dan makin sulit diatasi. Membiarkan konflik terjadi berarti membiarkan masalah semakin besar yang suatu ketika dapat menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja dan merugikan organisasi
2. Konfrontasi adalah hal yang tidak menyenangkan
                        Konfrontasi tidak sama dengan berkelahi atau saling bertatapan muka penuh emosi. Konfrontasi ialah merundingkan persoalan untuk diselesaikan . Dalam konfrontasi dilakukan pertemuan untuk mengemukakan argumentasi dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut
3. Konflik dalam perusahaan menandakan ketidakmampuan pemimpin
                       
                        siapa pun pemimpinnya, konflik pasti akan terjadi dalam suatu organisasi. Hal yang terpenting adalah bukan bisa atau tidaknya memimpin, tapi apakah pemimpin cakap dan handal dalam mengatasi konflik serta mampu mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi di masa depan
4. Konflik di antara karyawan menandakan ketidakpedulian pada perusahaan
                       
                        ketika terjadi konflik di suatu organisasi, dapat diartikan bahwa telah terjadi dinamika positif dalam organisasi tersebut. Konflik dapat memberi gambaran bahwa anggota tim yang terlibat memiliki kepedulian/perhatian pada masalah-masalah organisasi.