Laman

Jumat, 09 Januari 2015

Menengok Camp Vietnam, sejarah pilu Manusia Perahu di Batam




Mengisi waktu liburan di Batam tidak hanya bisa dilakukan dengan berbelanja di daerah Nagoya. Anda juga bisa berkunjung ke kawasan wisata sejarah Camp Vietnam atau juga biasa disebut Kampung Vietnam. Terletak di Pulau Galang, Camp Vietnam adalah suatu area tidak berpenghuni yang dulunya merupakan tempat pengungsi Vietnam yang dikenal dengan sebutan Manusia Perahu untuk mencari perlindungan atau suaka pasca terjadinya konflik internal antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan sekitar tahun 1979.  Dalam area seluas sekitar 80 hektar ini tersebar benda-benda dan bangunan-bangunan yang akan memberikan gambaran kehidupan para pengungsi dengan sejarah yang pilu ini.


Di masa perang saudara di Vietnam tahun 1979, ratusan ribu penduduk Vietnam Selatan mengungsi dari negaranya demi alasan kemanan. Mereka mengungsi dengan menggunakan perahu-perahu kayu sederhana yang kondisinya memprihatinkan karena dalam satu perahu bisa ditempati 40-100 orang. Berbulan-bulan para ‘Manusia Perahu’ ini terombang-ambing mengarungi perairan Laut Cina Selatan sejauh ribuan kilometer tanpa tujuan yang jelas dengan harapan mendapat perlindungan deari negara lain. Sebagian dari mereka ada yang meninggal di tengah lautan dan sebagian lagi berhasil mencapai daratan, termasuk wilayah Indonesia.

Pengungsi pertama yang yang mendarat di Indonesia adalah di Kepulauan Natuna bagian utara pada tanggal 22 Mei 1975, sebanyak 75 orang. Pengungsi yang jumlahnya masih sedikit ini awalnya ditampung oleh masyarakat setempat, hingga akhirnya perahu-perahu pengungsi lain juga berdatangan, termasuk di Kepulauan Anambas dan Pulau Bintan. Gelombang pengungsi ini menarik perhatian Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Pemerintah Indonesia. Setelah mengevaluasi beberapa pulau di sekitar Pulau Bintan, berdasarkan alasan kemudahan menyalurkan pengungsi ke negara ketiga, area yang cukup luas untuk menampung 10.000 pengungsi, kemudahan isoler, serta kemudahan akses, akhirnya diputuskanlah Pulau Galang, tepatnya di Desa Sijantung, Kepulauan Riau sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.

Di Pulau Galang para pengungsi Vietnam meneruskan hidupnya hingga tahun 1995, sampai akhirnya mereka mendapat suaka di negara-negara maju yang mau menerima mereka ataupun dipulangkan ke Vietnam. Para pengungsi tersebut hidup terisolasi di dalam area seluas 80 hektar dan tertutup interaksinya dengan penduduk setempat. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan, pengaturan, penjagaan keamanan, sekaligus untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin Vietnam Rose yang dibawa para pengungsi.


Untuk mencapai Camp Vietnam, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 60 menit menggunakan kendaraan bermotor dari pusat kota Batam menuju Pulau Galang dengan melalui Jembatan Barelang. Jembatan Barelang yang namanya merupakan singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang ini terdiri dari 6 jembatan yang menghubungkan pulau-pulau kecil. Diperlukan waktu sekitar 1 jam yang diiringi pemandangan lautan biru yang indah tiap kali berada di atas jembatan hingga akhirnya tiba di Pulau Galang.

Dari jalanan utama Pulau Galang, di sebelah kiri akan terlihat gapura berbentuk perahu bercat merah dan putih sebagai gerbang masuk Camp Vietnam. Hati-hati terlewat karena letaknya kurang mencolok. Dengan membayar di loket masuk sebesar Rp. 5000 per mobil dan Rp. 3000 per orang, perjalanan napak tilas bersejarah ini pun dimulai.

Jalanan sepi berkelok-kelok membelah rimbunnya pepohonan di kanan-kiri yang juga dihuni monyet-monyet jinak. Silih berganti bangunan-bangunan bersejarah akan kita lewati. Salah satunya yang terdekat dari gerbang masuk adalah Humanity Statue. Monumen kemanusiaan ini berbentuk patung perempuan dalam keadaan terkulai. Monumen ini didirikan untuk mengenang tragedi kemanusiaan Tinh Han Loai, seorang wanita yang bunuh diri karena malu setelah diperkosa oleh sesama pengungsi. Pemerkosaan bukanlah satu-satunya tindakan kriminal yang dilakukan oleh para pengungsi. Beberapa dari mereka juga mencuri, bahkan membunuh. Oleh karena itu sebuah penjara juga dibangun di tempat ini yang digunakan untuk menahan para pengungsi yang melakukan tindakan kriminal dan yang mencoba melarikan diri.  

Tidak jauh dari Humanity Statue, terdapat pemakaman Nghia-Trang Galang. Sekitar 503 pengungsi dimakamkan di sini. Kebanyakan dari mereka meninggal akibat penyakit yang diderita selama berlayar berbulan-bulan di laut lepas. Pemakaman itulah yang membuat para kerabat yang telah kembali ke Vietnam atau yang telah mendapat suaka di negara lain untuk bermukim masih kerap datang ke Pulau Galang untuk berziarah.

Selepas pamakaman Nghia-Trang Galang, kita akan menemui Monumen Perahu. Perahu-perahu ini adalah sebagian perahu asli yang benar-benar digunakan para pengungsi untuk mengarungi Laut Cina Selatan. Dan dalam perahu yang kecil ini, dipaksakan untuk memuat 40-100 orang selama berbulan-bulan. Tak terbayangkan bagaimana para ‘Manusia Perahu’ ini bisa bertahan untuk hidup. Perahu-perahu ini pernah dengan sengaja ditenggelamkan, bahkan sebagian perahu dibakar oleh para pengungsi sebagai bentuk protes atas kebijakan UNHCR dan Pemerintah Indonesia yang ingin memulangkan sekitar lima ribu pengungsi. Lima ribu pengungsi ini dipulangkan karena mereka tidak lolos tes untuk mendapatkan kewarganegaraan baru. Sepeninggal para pengungsi ini tahun 1995, Pemerintah Otorita Batam mengangkat perahu-perahu yang ditenggelamkan ke daratan, diperbaiki, dan  dipamerkan ke publik sebagai benda bernilai sejarah.

Museum juga tersedia di lokasi wisata sejarah ini. Di dalam museum terdapat banyak pasfoto para pengungsi, foto keluarga, foto kegiatan para pengungsi, serta benda-benda rumah tangga yang dapat menggambarkan situasi kehidupan di Camp Vietnam. Selain museum juga terdapat bekas bangunan rumah sakit yang masih menyimpan kotak-kotak dan botol-botol obat yang dibiarkan terbengkalai begitu saja, bangkai-bangkai kendaraan roda empat yang sudah berkarat dan ditumbuhi tanaman rambat, serta bangunan-bangunan sekolah bahasa yang hanya terlihat sebagian karena mayoritas dindingnya sudah tertutup tanaman rimbun hingga atap. Sekolah bahasa ini dulunya digunakan Badan Penanganan Pengungsi PBB, UNHCR, untuk meningkatkan keterampilan bahasa para pengungsi. Sebelum mendapat suaka di negara ketiga, para pengungsi diwajibkan memiliki keterampilan khusus dan menguasai bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris dan Perancis.  

Tempat-tempat ibadah juga tersedia di dalam area pengungsian ini. Terdapat vihara, mushala, gereja Kristen, serta gereja Katolik. Semua bangunan tersebut masih orisinil. Hanya vihara yang baru saja diperbaiki dan dicat ulang sehingga terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan tua lainnya. Keadaan ini berbanding terbalik dengan gereja Kristen yang hampir tidak terlihat dari jalanan karena yang tersisa hanya tinggal puing yang tersembunyi di balik pepohonan. Sedangkan bangunan mushola dan gereja Katolik masih berdiri tegak. Namun yang paling menarik adalah Gereja Katolik  Nha Tho Duc Me Vo Nhiem karena ukurannya yang lumayan tinggi menjulang.

Untuk memasuki wilayah Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem ini kita harus melalui jembatan kayu yang keadaannya sudah terlihat lapuk namun ternyata masih bisa dilewati pejalan kaki dengan aman. Bagi yang membawa kendaraan roda empat atau roda dua, bisa melewati jembatan jembatan baru yang terbuat dari semen di samping gereja. Gereja ini setiap harinya dijaga oleh seorang Bapak Petugas yang ramah. Menurut pengakuan beliau, bangunan gereja ini termasuk interiornya masih asli. Hanya sebagian dinding yang pernah dicat ulang serta atap yang pernah diganti. Di bagian samping gereja ini juga terdapat patung-patung, di antaranya patung Bunda Maria yang menginjak bola dunia di dalam sebuah perahu. Di kanan-kirinya terdapat dua patung singa putih yang di punggungnya terdapat tulisan dalam bahasa Vietnam dan Inggris. Tulisan berbahasa Inggrisnya berbunyi sebagai berikut: “O Mary, we are all deeply grateful for your protecting presence on our way to freedom. We always entrust our lives to you. Your care for us will be highly appreciated in our heart forever.” Kalimat rasa syukur yang sangat dalam maknanya bagi para pengungsi yang berhasil dengan pantang menyerah berusaha menemukan harapan baru demi kehidupan yang lebih baik.

Begitulah kira-kira gambaran Camp Vietnam di Pulau Galang, Batam. Tempatnya yang sunyi, pepohonan rimbun, dan bangunan-bangunan terbengkalainya akan membuat siapapun yang berkunjung ke sana terhanyut membayangkan pilunya sejarah tempat ini. Semoga dengan dibukanya tempat ini sebagai kawasan wisata sejarah akan selalu mengingatkan kita semua untuk selalu menjaga kedamaian agar tidak akan terjadi lagi tragedi-tragedi kemanusiaan lainnya. 

sumber: tourismnews.co.id

Rabu, 07 Januari 2015

Contoh Anekdot


"Tragedi  setelah perpisahan"

          Pada pagi hari yang cerah . Dessy, cici , Eva duduk di di bawah tenda . Kami sedang mengadakan acara perpisahan yang diikuti oleh semua guru yang ada . Di acara tersebut kami  foto-foto , orang tua juga ikut melaksanakan  perpisahan . Saat itu Eva menantang uji nyali terjun berenang ke bawah laut .
          Setelah Eva menantang untuk berenang  uji nyali di bawah laut , saat menuju ke jembatan Nongsa kaki eva kaki Eva tersandung di  tempat-tempat botol yang ada di depan  panggung. Saat kami di jembatan Nongsa Yoga hanya melihat jembatan dari atas ke bawah dan berkata bahwa “Kira-kira kalau aku terjun ke bawah jantungku akan berhenti berdegup kencang gak ya , apa jadinya dunia ini kalau aku mati ‘’ucap Yoga . sontak kami tertawa terbahak-bahak. Akhirnya Akbar dan yang lainnya sudah terjun ke bawah tinggal Dessy dan Cici saja yang belum terjun .

Senin, 29 Desember 2014

Biodata dan fakta member "LOVELYZ"


Profil, Biodata Lengkap & Fakta-Fakta Dari Girlband 'Lovelyz' (New Update)


Lovelyz
 merupakan girlband pertama bentukan Woollim Entertainment yang memiliki 8-member. Mereka terdiri dari Baby Soul, Yoo Ji Ae, Jin, Lee Mi Joo, Kei, Jung Ye In, Ryu Su Jeong dan Seo Ji Soo. Para member seperti Baby Soul, Yoo Ji Ae danJin sebelum debut sebagi grup mereka telah debut sebagai solois.

Mereka akan debut pada 17 November dengan debut album berjudul "Girls' Invasion" dan pra-rilis lagu berjudul "Good Night Like Yesterday" pada tanggal 10 November.


Label : Woollim Entertainment
Member : 8-Member
Fansclub : -

Berikut profil membernya : 


Selasa, 23 Desember 2014

A Pink Pilih SNSD Sebagai Panutan


A Pink menjadi bintang tamu di siaran KBS ‘Cool FM’s 2’O Clock’ pada 23 Desember dan membahas tentang senior mereka yaitu g.o.d, Shinhwa, dan SNSD.
DJ Jang Dong Min bertanya kepada anggota A Pink, “Apakah ada seseorang yang kalian inginkan untuk menjadi seperti dirinya?”
A Pink menjawab, “Kami selalu mengatakan ini, tapi kami ingin menjadi grup yang orang ingat untuk waktu yang lama, seperti g.o.d dan Shinhwa sunbaenim. Para senior bersatu kembali dan comeback, dan kami juga ingin bekerja sama untuk waktu yang lama. “
Jang Dong Min bertanya, “Apakah ada di antara girl grup senior?”
A Pink menjawab, “Kami berbicara banyak tentang SNSD sunbaenim ketika kami debut. Kami ingin belajar dari mereka karena mereka telah mengalami banyak hal yang belum kami lalui, karena mereka tampil di begitu banyak panggung dan melakukan promosi secara global. Kami dengan tulus adalah penggemar mereka. Kami bersikap jujur. “
Son Na Eun menjelaskan, “(SNSD) mungkin adalah teladan dari semua girl group dan bukan hanya kami, aku berlatih dengan lagu-lagu SNSD ketika masih trainee.”

sumber:koreanindo

Senin, 22 Desember 2014

Drama Korea terbaik 2014


Cukup mengagumkan, kami hanya memiliki beberapa hari tersisa pada tahun 2014 yang berarti kami sudah hampir satu tahun penuh K-drama yang telah  mengangkat semangat kami, bergerak hati kita, membuat kita tertawa, menginspirasi ketakutan dalam diri kita, serta kekaguman, dan umumnya menghibur kita.

Beberapa drama datang dengan hype dan buzz aktor nama besar dan aktris, orang lain mencari inspirasi luar, mengambil catatan dari webtoons dan manhwas, dan beberapa pergi jalan di luar kotak untuk menciptakan pengalaman out-of-ini-dunia. Beberapa hancur di bawah tuntutan menembak hidup dan beban harapan, sementara drama lainnya melejit lewat tulisan yang hebat, akting yang baik, dan kimia listrik lead mereka.

K-drama dunia 2014 itu, secara keseluruhan, terjebak dalam liang. Sebuah besar, kebiasaan slumpy. Namun awal dan akhir tahun 2014 melihat bintang yang paling terang, bookending tahun dari drama yang sebagian besar di bawah dilakukan. Sulit untuk mengatakan apakah ini kebetulan, atau jika penonton berubah dan jatuh tempo dengan cara yang industri belum mengenali. Jika yang pertama, maka kita bisa mengharapkan dunia K-drama ke kanan sendiri tahun depan, jika yang terakhir, maka hal-hal tampak sedikit lebih menarik di tahun baru.


Sayangnya, aku terlalu terburu-buru.

Yang sedang berkata, ada pasti permata dapat ditemukan tahun ini, dan sementara daftar ini tidak berarti lengkap dari tahun 2014, karena jelas menarik dari drama yang saya tonton  dan, cobalah seperti aku mungkin, aku tidak bisa melihat mereka semua .

Tanpa basa-basi, dan tidak dalam urutan tertentu, ini adalah urutan K-Drama terbaik 2014 yang ditawarkan.


"My Love from the Star"

Oke, secara teknis drama ini ditayangkan pada tahun 2013, tetapi dengan hanya senilai 2 minggu episode yang disiarkan pada saat kita mengucapkan selamat tinggal kepada 2013, aku merasa bahwa itu lebih dari layak untuk mengkategorikan "My Love from the star" sebagai drama dari tahun ini . Jadi itulah yang akan aku lakukan.

 Ketika Anda mencoba untuk menggambarkan premis drama ini kepada seseorang, itu pasti sulit menjual. Maksudku, alien terperangkap di Bumi yang tetangga dengan aktris bawah-on-nya-keberuntungan? Dan itu sebuah roman? Tapi itu juga benar-benar lucu, meskipun tidak dalam semacam hijau-Mars cara? Ya, masih terdengar miring sedikit bagi aku, dan aku suka menonton drama ini.


Dan ya, itu memiliki beberapa nama besar yang melekat padanya, yang mungkin telah memuncak minat kami awalnya, tapi "My Love from the Stars" itu bukan hanya tentang hype. Ini disampaikan dan mengejutkan penonton dengan bakat untuk pengamatan tajam yang mengungkapkan semua kebodohan dan menarik dari kami apa yang paling penting.

Mendesis kimia antara memimpin Kim Soo Hyun dan Jun Ji Hyun adalah kuat dan pasti kekuatan pendorong di balik popularitas drama, tapi cerita dan konflik juga mencengkeram, jika tidak sedikit cacat, dan para penulis dan sutradara tahu bagaimana menyeimbangkan drama dan komedi, tahu kapan harus memiliki hal-hal memperlambat benar-benar menyorot emosi antara karakter. Mereka memberi kami sebuah drama yang berbicara kepada segala sesuatu yang pada dasarnya manusia. Dan, bagi saya, itulah daya tarik terbesar bagi Dengan melihat kemanusiaan dalam skala makro ini, kita mengeksplorasi, menemukan, dan belajar banyak tentang apa yang membuat manusia "My Love from the Star." - Untuk semua yang baik dan buruk yang menyertainya.

Selain itu, Jun Ji Hyun atau Cheon Song Yi tetap menjadi salah satu yang paling menyegarkan cacat karakter memori baru. Song Yi adalah penyemangat ku, dan aku tidak akan memiliki cara lain.

"It's Okay thats Love"

Yaps, siapa sih yang nggak kenal sama jo in sung dan  Gong Hyo Jin. ya mereka pernah membintangi serial drama korea Its Okay thats Love. dimana sebelumnya Jo in sung juga terkenal melalui perannya dalam memori in Bali sekitar tahun 2004 yang lalu, ada yang udah pernah nonton. awalnya sih aku nggak terlalu tertarik dengan drama ini. keistimewaan, yang akhirnya menarik aku untuk menonton drama ini , semata karena D.O EXO membintangi drama ini. yah, sebagai seorang exo-l nggak mungkin dong aku melewatkan waktu untuk melhat gimana sih aktingnua si kyungsooo. tetapi setelah menonton drama ini. ternyata drama ini cukup awesome dan menarik. dimana jo in sung berperan sebagai seorang penulis dan Gong Hyo Jin seorang psikiater. dalam drama ini dikisahkan bahwa mereka sama-sama memiliki sebuah phobia yang akut. Jo In Sung memiliki phobia tidur di kasur, sehingga ia selalu tidur di WC. sedang Gong Hyo Jin memiliki phobia dengan ciuman atau tindakan yang berhubungan dengan kemesraan.


disini ceritanya si D.O atau Han Kang Woo, adalah sebuah halusinasi dari Jo In Sung yang datang dari masa lalu, Jo In Sung sendiri. 

aku juga suka dari akhir drama ini yang happiness all person. i love it ! looking fantastic.




“Marriage Without Love”
(Marriage Not Dating)





Perjodohan konvensi mencoba dan benar di K-drama, untuk memastikan, tetapi mereka memang salah satu favorit saya untuk menyetel ke. Saya menikmati menonton mengarah hangat satu sama lain, saya senang melihat salah langkah dan miskomunikasi yang terjadi secara alami dalam keadaan seperti itu, dan saya merasa seperti rasa pusing ketika memimpin kami menyadari perasaan mereka dan mengatasi segalanya. Artinya, jika semua berjalan sesuai dengan rencana. Dan, sayangnya, di K-dramaland, drama diatur-pernikahan sangat jarang berjalan sesuai rencana. Mereka menderita mencoba untuk membuat pertunjukan mereka berdiri keluar dari kelompok itu, dan itu bisa menyebabkan beberapa ide kreatif, dan tidak selalu dengan cara yang terbaik.



Untungnya, "Pernikahan Tanpa Cinta" menghindari beberapa perangkap yang lain dari genre tampaknya mudah menyerah. Kimia antara memimpin, pendatang baru Han Groo dan Yun Woo Jin, terus dinamis bagus di seluruh drama, kecepatan tidak membiarkan terlalu banyak di episode kemudian, dan sementara kami mendapat salah satu yang paling menantang cinta segilima / segi enam dari memori baru, itu tidak pernah merasa terlalu berbelit-belit. Kepicikan karakter disimpan minimal, untungnya, dan bahkan karakter saham ibu campur tangan dan karismatik memimpin kedua datang dari baik pada akhirnya. Dan meskipun "Pernikahan Tanpa Cinta" ditampilkan pada jaringan kabel, itu tidak takut untuk mengatasi masalah hubungan yang sebagian besar pergi diabaikan dalam rom-com dari berbagai siaran.


Itu berani ketika perlu, tulus ketika dihitung, lucu dan menyenangkan, dan tetap setia ke jantung dari apa yang membuat genre ini sangat menghibur. Ini adalah drama yang tahu apa itu dari awal, tahu bagaimana bersenang-senang, namun tidak pernah kehilangan pandangan dari mana cerita akan.




"Liar Game"


Pertempuran otak, kepercayaan dan pengkhianatan di panggung yang tak tertandingi. Ide penebusan, penipuan, korupsi, dan kepolosan semua bergiliran yang didekonstruksi dalam berisiko tinggi reality game show di mana hadiah lebih dari moneter, dan lebih jahat dan korup Anda, semakin Anda dihargai.

Casting "Liar Game" tidak mungkin lebih tepat: Kim So Eun adalah sempurna sebagai naif Nam Da Jung yang menemukan dirinya di atas kepalanya sampai dibantu oleh kami (literal) pahlawan, Ha Woo Jin (Lee Sang Yoon ). Dan aku bersumpah rasanya seperti udara berderak setiap kali Woo Jin berhadapan melawan antagonis yang benar-benar tercela, Kang Do Muda (Shin Sung Rok). Karakter Do Young dan dedikasi yang Shin Sung Rok dibawa ke peran adalah pertandingan ajaib dibuat di K-drama surga. Aku benci Do Young, tapi aku juga kasihan kepadanya pada akhir drama; Aku merasa simpatik terhadap karakter ini yang pernah berpikir berada di luar banding. Luar penebusan. Itu tidak pantas kasihan, atau simpati, atau keselamatan. Namun saya merasa dan ingin hal-hal untuk Do muda dengan finale.

Dan itu adalah tanda dari pengembangan karakter besar



"Liar Game" adalah salah satu drama yang aku menyerah pada mencoba untuk mencari tahu atau memprediksi apa yang akan terjadi. Liku-liku dari plot meninggalkan saya bingung dan menggaruk-garuk kepala pada lebih dari satu kali, tetapi menulis itu secara bersamaan sehingga sangat menarik, setiap adegan menyatu dengan ketegangan, bahwa saya tidak peduli bahwa saya tidak mengerti apa yang saya lakukan tidak mengerti. Sebagian besar waktu pula. Di antara episode, saya menemukan diri saya merenungkan permainan, celah, mencoba untuk potong itu semua bersama-sama, dan saya melakukan ini ketika saya makan sarapan, selama perjalanan pagi saya, pada malam hari sebelum tidur, pada dasarnya setiap kali aku punya waktu luang ... itu bagaimana adiktif dan memikat drama ini.

Remake lain dalam setahun penuh remake, apa yang membuat "Liar Game" terpisah adalah komitmennya untuk membawa apa yang begitu menarik tentang asli, tapi pengaturannya dalam konteks yang menarik bagi penonton. Dan hasilnya adalah sebuah drama yang merasa baru, gelap dan memutar karena mungkin.







"Misaeng"



Daftar ini tidak akan lengkap tanpa menyebutkan drama yang saat ini berkuasa, dan merusak, hidup saya sekarang. "Misaeng" adalah, bagi saya, drama menonjol dari 2014. Ini adalah sebuah kejutan yang tak terduga, karena saya tidak berpikir siapa pun berpikir drama kantor akan begitu menawan, bisa menjadi apa "Misaeng" adalah. Dan untuk itu untuk menjadi begitu sangat populer, untuk itu berarti begitu banyak untuk orang-orang mengungkapkan banyak tentang penonton. Apakah Anda sudah bekerja di sebuah perusahaan sebelum itu tidak penting karena daya tarik drama melampaui apa yang terjadi di One Internasional




"Misaeng" bukan tentang perusahaan, walaupun itu penting. Ini bukan tentang "Go" meskipun itu juga jelas penting. Ini tentang kesempatan kedua, tentang hidup, tentang belajar hal-hal baru tentang diri Anda, ini adalah tentang hubungan Anda menempa melalui ini hal yang mengerikan dan indah kehidupan.

Hal ini sepenuhnya relatable, sering menyakitkan begitu. Hal ini sangat metaforis, pedih, dan menggugah. Melemparkan pertunjukan bintang dari ansambel cor padat dan beragam (telah Lee Sung Min lebih baik?), Menulis yang bersih dan terfokus, benar-benar berlapis dan dinamis karakter, dan mengarahkan ahli yang tidak pernah lupa itu sendiri, dan Anda punya resep untuk K-drama yang tidak hanya menangkap perhatian bangsa tetapi juga salah satu yang mendapat di bawah kulit pemirsa, yang membuat mereka merefleksikan kehidupan mereka sendiri. Ini adalah sebuah drama yang hits rumah, dan itu bukan hal yang buruk.

Saya tidak bisa mengatakan cukup tentang "Misaeng," tapi aku akan berhenti di sini karena lagi dan saya akan membuat semua orang malu dengan cinta yang mendalam dan abadi untuk drama ini




Terhormat menyebutkan:

"Hari Cinta," yang saat ini ditayangkan dan masih awal menjalankan nya, tetapi, setidaknya untuk saya, tiba-tiba baik, kompleks, dan sensitif dalam cerita tersebut.

Saya tahu orang-orang secara luas dibagi dalam pendapat mereka tentang "Besok Cantabile," tapi setelah tidak melihat asli (eep!), Saya menemukan drama ini penuh imajinasi dan hati.

Kira-kira semester pertama "Fated To Love You." Saya hanya akan mengakui setengah dari run drama ini dan tidak ada yang bisa meyakinkan saya untuk melakukan sebaliknya! Itu lucu, menyenangkan, memiliki nada yang besar, dan semua kegilaan hangat dan kabur dari sebuah komedi romantis melakukannya begitu benar ... dan itulah bagaimana saya ingin mengingatnya.

Dan pengakuan:

Saya berharap bahwa saya lebih jauh dalam "Pinocchio," sehingga saya bisa memasukkannya. Tapi aku hanya beberapa episode di, yang terlalu dini untuk mengatakan, tapi apa yang saya lihat aku benar-benar menyukai. Lee Jong Suk telah begitu indah untuk menonton tahun ini dan chemistry antara dia dan Park Shin Hye bisa dipungkiri.




Apakah Anda pikir "Pinocchio" adalah drama yang bagus?Pikirkan saya melupakan drama? 

Menimbang drama menonjol Anda 2014 di komentar!


sumber:soompi